Konsekuensi

Di tahun 2008 gua berhasil masuk di Fakultas yang udah gua pengin dari kecil, Alhamdulillah, Allah mendengar keinginan gua. Itu adalah kebahagiaan terbesar gua tahun 2008.

Tapi sodara-sodara semua tau apa yang terjadi beberapa bulan kemudian, Ibunda saya wafat di depan mata saya, di dalam genggaman tangan saya, dan diiringi lantunan do’a saya. Gua pasrah, Allah sudah menentukan yang terbaik.

Yah, itulah yang gua sebut konsekuensi, kebahagiaan besar yang konsekuensinya adalah kehilangan yang besar pula.

Tahun 2008 inilah gua dituntut untuk merasakan dua hal tersebut dalam waktu yang berdekatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s