sampai sekarang gue nyesel

Gue sebagaimana manusia tempatnya emang salah. Salah itu lumrah kalau kata orang-orang. Salah itu bikin kita makin dewasa dengan sendirinya. Salah itu amat sangat diusahakan agar tidak terulang.

Tentang “salah” ini, gue punya satu pengalaman paling salah dalam hidup. Pengalaman salah ini sampai detik ini selalu muncul dipikiran gue dan bikin gue bengong mikirin alasannya.

2010, di tahun inilah kesalahan itu terjadi. Di tahun ini, tahun ke-2 gue sebagai mahasiswa harusnya jadi tahun yang bahagia. Bahagia sih ada, tapi belakangan gue lebih ngerasa penyesalannya ketimbang bahagianya gue di waktu itu.

Hal ini bermula dari amanat yang fakultas gue berikan kepada gue untuk mengadakan ospek fakultas. Semua berjalan lancar, sampai suatu saat gue merasa keblinger dengan amanat yang gue emban itu.

Keblinger-an ini gejalanya adalah gue jadi mudah marah, gue jadi sering memaksakan kehendak gue ke orang lain, gue jadi tidak santai ketika ada perbedaan pendapat, gue jadi lebih kasar, dan lain sebagainya. Gak cuma itu, keblinger-an gue juga berdampak pada sifat mudah curiga. Beberapa kawan baik gue yang membantu gue dalam kepanitiaan jadi sasaran kecurigaan gue. Kecurigaan itu berupa tidak maksimalnya mereka dalam mengemban tugas dan pada akhirnya kecurigaan itu tidak terbukti.

Keblinger-an gue itu adalah kesalahan. Sampai detik ini gue masih bertanya-tanya pada diri sendiri, “kenapa ya kok gue bisa sebegitu buruknya?“. Rasa malu, rasa menyesal, rasa sedih bercampur jadi satu ketika gue mengingat-ingat masa-masa di tahun 2010 itu.

Pada akhirnya, teman menjadi penyelamat. Gue nelpon temen gue (yang gue rasa bisa kasih nasihat) satu persatu. Gue tanya, “apa gue jadi lebih songong? lebih sombong?”. Mereka mengiyakan. Gue pun meminta maaf dan bertanya pada mereka tentang apa yang seharusnya gue lakukan.

Saat ini, gue berusaha lebih menghargai teman. Menanyakan kabar mereka satu persatu. Mengetik (iya, mengetik, bukan retweet) ucapan ulang tahun kepada mereka satu persatu. Mentraktir mereka dan hal-hal lain yang menunjukkan betapa bersyukurnya gue punya mereka.

Apa yang bisa ditarik dari pengalaman buruk gue ini adalah bahwa ketika lo diatas, usahakan jangan pernah merasa diatas. Sejajarkan diri elo dengan orang lain. Ingatkan diri elo akan masa-masa susah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s