Watermark Foto Anda!

“Datangnya rezeki siapa yang tahu?”

Apa perasaan anda jika pada suatu ketika mendadak kedatangan rezeki? Apalagi rezeki tersebut berkaitan dengan keahlian fotografi yang anda miliki. Pasti senang bukan?

Apa perasaan anda jika pada suatu ketika orang lain mendapatkan rezeki atas foto hasil karya anda dan tanpa seizin anda? Pasti sedih bukan?

Sesungguhnya kedua hal diatas amat penting untuk diantisipasi oleh para fotografer manapun. Mengingat era keterbukaan saat ini memungkinkan orang lain untuk melihat (dan bukan tidak mungkin mengunduh) karya foto anda. Indonesia telah mengesahkan sebuah peraturan perundang-undangan terkait dengan perlindungan karya intelektual seseorang yaitu Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (UUHC) terutama pasal 19-23 tentang Hak Cipta atas Potret.

Karya Foto dalam hal ini merupakan bentuk nyata (fixation) dari kekayaan intelektual manusia dan atas bentuk tersebut negara memberikan fasilitas perlindungan berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Hak eksklusif yang diberikan Negara kepada para pelaku HKI (dalam hal ini fotografer) tiada lain dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karyanya dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih mengembangkannya lagi.

Sebuah karya foto dalam konteks HKI disebut dengan Ciptaan dan mendapatkan perlindungan bagi para pelakunya (fotografer dan/atau orang yang dipotret)  berupa Hak Cipta. Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu kepada orang lain.

Perlindungan atas suatu Ciptaan (dalam hal ini karya foto) timbul secara otomatis saat sejak ciptaan tersebut diwujudkan dalam bentuk yang nyata, yakni pada saat fotografer menekan tombol shutter dan gambar terekam dalam film atau memory card. Hak yang didapatkan oleh fotografer adalah hak moral dan hak ekonomi.

Hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta yang tidak dapat dihilangkan atau dihapus dengan alasan apapun, dalam hal ini sebuah karya foto harus selalu mencantumkan nama sang fotografer.

Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan serta produk terkait. Dalam hak ini, foto karya foto yang dimanfaatkan oleh pihak lain harus memperhatikan hak ekonomi bagi penciptanya termasuk apabila karya foto tersebut digunakan untuk produk lain, misal: cover majalah, bungkus makanan, dsb.

Ada dua solusi untuk mengantisipasi karya foto agar tidak dimanfaatkan secara tanpa izin dari sang Fotografer, yaitu:

1. Watermark. Sebaiknya para fotografer yang ingin mempertunjukkan karyanya di dunia maya terlebih dahulu memberikan watermark atau signature pada karyanya. Pemberian watermark ini sebaiknya dengan ukuran yang wajar sehingga orang lain akan kesulitan jika menghapus watermark tersebut namun dilain pihak keindahan karya foto tidak terganggu.

2. Kecilkan Resolusi. Sebaiknya para fotografer juga memperkecil resolusi foto yang hendak diunggah di dunia maya. Hal ini mengantisipasi pengunduhan dan pemanfaatan tanpa izin atas karya foto anda.

Kedua langkah diatas sebaiknya selalu dilakukan agar pihak lain selalu meminta izin pada anda terlebih dahulu guna pemanfaatan karya anda dan  jika ternyata karya foto anda dinilai bagus oleh banyak pihak maka reputasi anda akan naik dan bukan tidak mungkin mendatangkan manfaat ekonomi bagi anda.

2 pemikiran pada “Watermark Foto Anda!

  1. Setelah beberapa saat melihat forum-forum fotografi, ada baiknya juga untuk mencegah penyalahgunaan karya foto anda dengan selalu mengisi metadata di dalam foto. Aturan ini sudah dipakai oleh para foto jurnalis sejak 2007. Caranya? saya hanya bisa bagikan bagi anda yang menggunakan software Adobe Photoshop. Pilih file —> kemudian file info. Anda bisa isikan data seperti, nama, alamat, email, dan juga nomor ponsel anda.

    Beberapa orang mungkin tidak nyaman dengan watermark, bahkan watermark mungkin mengakibatkan sesorang batal melihat foto anda. ‘Jadi kenapa takut dibajak, belum tentu software yg anda gunakan juga asli kan?’ (Arbain Rambey)

    Salam.

    • maturnuwun atas masukannya mas hansel. langkah tersebut baru saya ketahui.
      mengenai watermark, dalam tulisan saya menyarankan watermark dalam ukuran yang wajar, tidak berlebihan sehingga menganggu estetika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s