Peluang Indonesia di Masa Depan

Negara Indonesia saat ini bisa dibilang masih berantakan, belum beres, belum rukun. Namun, dengan keadaan seperti ini saja pertumbuhan ekonomi bisa dibilang baik (4-5% pada 2009), apalagi kalau negara kita ini beres dan rukun. Indonesia dikenal sebagai bangsa yang kaya, namun rakyatnya miskin. Kata “miskin” ini menjadi kunci bagi kita, karena kita “miskin” maka kita dituntut untuk “kreatif” dalam memanfaatkan sekitar kita.

Contohnya, Tentara Nasional Indonesia sampai saat ini menggunakan kapal perang, kapal selam, pesawat tempur dan kendaraan tempur bekas negara lain yang sudah uzur. Tetapi kita tidak kehilangan akal, industri pertahanan seperti PINDAD dan Perum Dahana memproduksi spare parts untuk alat-alat tempur tua tersebut sehingga masih dapat TNI gunakan sampai saat ini.

Contoh lain, pada bidang persenjataan, terutama untuk senjata M16 dengan kaliber 5.56mm, Indonesia adalah yang terbaik. PINDAD membuat peluru M16 terkuat yang pernah ada, peluru tersebut harus digunakan pada M16 buatan PINDAD pula,  karena apabila peluru (PINDAD) tersebut digunakan pada M16 buatan Amerika, maka larasnya akan jebol.

Kreatifitas bangsa Indonesia saat ini sudah diakui di penjuru dunia, contohnya produk printer Canon yang 80%nya adalah buatan Indonesia. Tidak hanya membuat, tetapi desain printer Canon akhir-akhir ini adalah hasil karya anak bangsa termasuk printer Canon dengan cartridge tinta isi ulang diluar.

Atas fakta-fakta diatas maka saya mencoba memberikan saran bagi bangsa ini, terutama bagi industri strategis, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa, antara lain:

  • Bangsa kita tidak perlu buat senjata yang aneh-aneh seperti nuklir dll, tetapi buat saja spare parts untuk rudal atau peralatan tempur lain. Membuat spare parts untuk alat-alat tempur merupakan langkah aman, karena dengan demikian negara tidak dimusuhi negara lain dan hasil industri tersebut amat dibutuhkan negara lain.
  • Perbaikan kualitas. Jepang saat ini sudah tidak lagi memproduksi mobil di dalam negrinya, melainkan impor dari Indonesia. Daihatsu Gran Max misalnya, produksi Indonesia dapat masuk ke Jepang (mengalahkan Thailand) karena unggul dari segi kualitas.
  • China kedepannya tidak lagi semengerikan sekarang. Dekade ke depan, pertumbuhan ekonomi China tidak semengerikan sekarang, mengingat kaum buruh China sudah mulai memberikan perlawanan guna mendapatkan perlindungan dan upah yang lebih baik. Kalau upah buruh China naik, maka kemungkinan besar, pabrik-pabrik asing di China akan eksodus ke Asia Tenggara.

Tulisan saya ini bertujuan untuk memompa semangat kita semua agar tetap memandang optimis bangsa kita kedepannya. Indonesia memang unggul dalam segi kuantitas SDM, kedepannya kualitas lah yang harus kita genjot. Bukan tidak mungkin, bangsa Indonesia akan menjadi negara Industri maju. Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s