USA for Africa dan Kebodohan Prince

sumber: Rolling Stone US dan Wikipedia

Ketika Michael Jackson dan Lionel Richie menulis lagu “We Are The World” pada awal tahun 1985, mereka adalah dua  bintang besar dalam dunia musik. Mereka telah berteman lama sejak sang King of Pop memulai karir solo pada tahun 1971, tapi mereka sama sekali belum pernah berkolaborasi dalam dalam sebuah lagu.
safe_image.php
We spent a day at his house listening to everything from ‘The Star-Spangled Banner’ to ‘God Save The Queen’ to figure out the majestic quality,” tandas Richie

Beberapa bulan sebelumnya di Inggris, Bob Geldof telah membentuk Band Aid’s dengan lagunya yang terkenal “Do They Know It’s Christmas?” untuk mengumpulkan dana bagi bencana kelaparan akibat kemarau di Ethiopia. Terinspirasi dari hits itu, Richie dan Jackson mulai membentuk sebuah organisasi amal bernama USA for Africa.

Proses perekrutan artis-artis penyanyi berjalan dengan mudah khususnya setelah Bruce Springstein (yang ketika itu sedang di puncak karir) ikut bergabung. Pada tanggal 28 Januari 1985 sebuah studio di Hollywood’s A&M Studios pun dibooking (dimana pada tanggal itu bertepatan dengan American Music Award ke-12, dimana seluruh artis top America berkumpul di Los Angeles).

Michael Jackson memutuskan untuk tidak menghadiri acara tersebut dan memilih untuk mengaransemen lagu bersama sang produser Quincy Jones. Sekitar jam 10 malam, limosin-limosin yang mengantar artis-artis top terpilih sampai di studio, mereka antara lain Bob Dylan, Paul Simon, Diana Ross, Tina Turner, Cyndi Lauper, Ray Charles, Stevie Wonder dan 39 artis lainnya.Quincy Jones pun menempatkan tulisan di pintu masuk studio “CHECK YOUR EGOS AT THE DOOR”.

michael
Michael and Ross

we-are-the-world
Sebenarnya, sebuah tempat disamping Michael Jackson berdiri telah ditandai dengan selotip bertulisan Prince. Prince pun tidak muncul, sebelumnya dia telah menelepon dan berkata bahwa ia akan datang terlambat pada sesi rekaman. Dan respon Bob Geldof adalah “Fuck him, He should have been here.”

Dengan Quincy (Jones) sebagai conductor dan Michael (Jackson) membentuk musiknya,artis-artis tersebut membutuhkan waktu berjam-jam untuk menyanyikan bagian chorus dan mengatur harmoni. Selanjutnya, artis-artis terpilih mulai menyanyikan bagian-bagian dari lagu tersebut yang telah ditentukan untuk mereka (seperti Bruce Springsteen, Bob Dylan dan Daryl Hall); juga duet singkat antara Michael dan Diana Ross; Cyndi Lauper dan Huey Lewis; Billy Joel dan Tina Turner.

It was four words,” kata Billy Joel
but as far as i’m concerned, I did a duet with Tina Turner!

Tina Turner and Billy Joel

Setelah lagu itu dirilis pada 7 Maret 1985, lagu itu langsung menempati tangga lagu nomor satu. Pada pertengahan Mei 1985, USA for Africa telah mengumpulkan dana sebanyak 6,5 juta USD.

it was like Magic Johnson, Michael Jordan, and Kobe Bryant playing a game of pickup,” kata Lionel Richie saat ini.

Selain itu USA for Africa juga mengadakan event Hands Across America dimana seluruh orang membuat rantai dengan bergandengan tangan di sepanjang jalan kota-kota besar di seluruh Amerika, dan untuk berpartisipasi setiap orang membayar sebesar 10 USD, untuk amal bagi Afrika.

Gabungan keuntungan dari penjualan lagu “We Are The World” dan event Hands Across America menghasilkan dana kurang lebih 100 juta USD.

“We are the ones who make a brighter day, So let’s start giving “

usa_for_africa

“It was four words,” kata Billy Joel
“but as far as i’m concerned, I did a duet with Tina Turner!

Setelah lagu itu dirilis pada 7 Maret 1985, lagu itu langsung menempati tangga lagu nomor satu. Pada pertengahan Mei 1985, USA for Africa telah mengumpulkan dana sebanyak 6,5 juta USD.

“it was like Magic Johnson, Michael Jordan, and Kobe Bryant playing a game of pickup,” kata Lionel Richie saat ini.

Selain itu USA for Africa juga mengadakan event Hands Across America dimana seluruh orang membuat rantai dengan bergandengan tangan di sepanjang jalan kota-kota besar di seluruh Amerika, dan untuk berpartisipasi setiap orang membayar sebesar 10 USD, untuk amal bagi Afrika.

Gabungan keuntungan dari penjualan lagu “We Are The World” dan event Hands Across America menghasilkan dana kurang lebih 100 juta USD.

“We are the ones who make a brighter day, So let’s start giving “

videonya di Youtube.
We Are The World Video clip

1. Vina Panduwinata

Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

kalo artis yang satu ini, saya seringnya dengerin sambil tidur di mobil diatas pangkuan Ibu. mantep deh pokoknya.

2. Elfa’s Singer

Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

yang saya maksud disini sebenernya Elfa’s Singer generasi pertama yang ada Utha Likumahua, Kang Nana, Harvey Malaiholo dll.

lagu-lagu mereka mengiringi masa muda Ibu saya mulai dari jaman di SMP Tarakanita I dan SMA 11 (sekarang SMA 70).

3. The Groove

Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

mungkin ini satu-satunya Band era 2000-an yang Ibu saya suka, itu juga karena faktor Rika Roeslan. satu-satunya album yang dimiliki adalah “Mata, Telinga dan Hati (2001).

4.Manhattan Transfer

Quickpost this image to Myspace, Digg, Facebook, and others!

saya sendiri gak tau ini band apa, genre nya apa dll. tp Ibu saya selalu menyebut-nyebut nama ini.

Lelaki biasa:
Masuk ke toilet, ternyata penuh, keluar lagi dan
kencing di balik pohon.

Lelaki gaul:
Selalu ikut teman²nya ke toilet walaupun ia tidak
ingin buang air kecil.

Lelaki pemalu:
Jika merasa dilihat atau dilirik orang lain, air
kencingnya tidak keluar, tapi pura2 menyiram,
keluar, lalu kembali lagi kemudian.

Lelaki suka melamun:
Membuka rompi, mengeluarkan dasinya, lalu
kencing di celana.

Lelaki efisien:
Meskipun sudah waktunya kencing, tapi ditahan
dulu sampai kebelet buang air besar, baru
kemudian melakukan keduanya dalam satu waktu.

Lelaki pemabuk:
Jempol kiri dipegang dengan tangan kanan, lalu
kencing di celana.

Lelaki palsu:
Kencing di toilet cewek!

Lelaki pelit:
Kalau beol di WC umum ngakunya kencing (biar
bayar murah)

Lelaki malu²in :
Kencing di celana.

Lelaki edan:
Makai celana yang abis dikencingin.

Lelaki sarap:
Pakai celana yang habis dikencingin tapi dicium
dulu kali2 baunya sudah jadi bau duren..

Lelaki kreatif:
Kalau kencing kakinya diangkat satu…

Lelaki irit:
Kagak pernah kencing seumur umur.

Lelaki nekad:
Suka ngencingi bini tetangga.

Lelaki funky:
Kencing di tempat umum.

Lelaki sial :
mau nya kencing air yg keluar batu

Lelaki Enjoying:
Kencing sambil merem-melek

Lelaki Hemat waktu :
Cuma Buka resleting, dikeluarin trus langsung
kencing

Lelaki moody :
biasa pake’ pampers … hehehe …

Lelaki kurang ajar:
lagi kencing ..eh kentut..pura2 cuek lagi!

Lelaki buta huruf:
di toilet sudah ada tulisan rusak masih di
kencingin juga

Lelaki turunan kucing:
gak bisa liat barang baru, diendus2 trus dikencingin

Lelaki sabar:
nungguin air cebok gak keluar2, manteeng aja di
urinoir

Lelaki hiphop:
kencing sambil kejang2 breakdance

Lelaki pembenci:
sesudah kencing trus ngeludahin kencingnya

Lelaki ramah :
ngajak ngobrol sambil kencing, sampe temennya
gak bisa kencing

Lelaki percaya diri:
sudah kencing, anunya dibawa jalan2 ke wastafel
mo cebok

Lelaki pelupa:
sudah kencing, keluar wc, buru2 balik lagi, krn
masih pgn kencing beberapa tetes lagi

Lelaki dermawan:
kencing gak keluar tapi tetep bayar uang

See more notes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s