terimakasih 2008.

Hari ini tanggal 31 desember , sodara-sodara, hari dimana gua melihat status orang-orang di Facebook yang berbicara tentang kegiatan malam tahun baru mereka, sirik sih kagak, tapi norak aja gitu. Itulah yang gua sebut sebagai narsis modern ala Facebook. Ga salah sih, wong ga ada peraturan yang melarang, ya toh?

2008 hanya beberapa jam lagi pada saat tulisan ini gua bikin, 2008 adalah tahun dimana banyak kejadian penting dalam hidup gua. As you know lah, gua berhasil meraih cita2 yang diimpikan sejak kecil, namun d satu sisi ada kehilangan terbesar yang juga gua alami

2008 mengajarkan saya tentang konsekuensi

Seperti yg udah gua tulis diatas, di tahun 2008 gua berhasil masuk di Fakultas yang udah gua pengin dari kecil, Alhamdulillah, Allah mendengar keinginan gua. Itu adalah kebahagiaan terbesar gua tahun 2008.

Tapi sodara-sodara semua tau apa yang terjadi beberapa bulan kemudian, Ibunda saya wafat di depan mata saya, di dalam genggaman tangan saya, dan diiringi lantunan do’a saya. Gua pasrah, Allah sudah menentukan yang terbaik.

Yah, itulah yang gua sebut konsekuensi, kebahagiaan besar yang konsekuensinya adalah kehilangan yang besar pula.

Tahun 2008 ini gua dituntut untuk merasakan dua hal tersebut dalam waktu yang berdekatan.

2008 mengajarkan saya tentang perjuangan

Berhubung gua pindah fakultas, jadinya ya gua ospek lagi. Jadi inget waktu 2007 ospek di FEUI, pas tensi ospek disana lagi naik, karena menurut cerita senior, ospek FE 2007 lebih berat dari ospek yg tahun lalunya (2006.red) .

Nahhhh, tahun 2008 ini sama juga kejadiannya, Ospek FHUI 2008 juga dalam tensi yang sedang naik. Karena menurut cerita kawan2 2007, mereka byk yg bilang “eh? Perasaan gua dl ga ada gitu2 an deeh” ato “ kalo gua dulu esainya cm segini” dll dll.

Jadi intinya, gua telah melakukan 2 kali ospek pada 2 fakultas terHEBAT di UI, plokplokplokplok…

2008 menggembleng saya untuk cepat dewasa

Salah seorang sahabat saya sewaktu SMA pernah berkata seperti ini “wah, kalo cowok itu dewasanya yaaa umur 21, nah pas umur itu baru pantes dirayain ultahnya…”

Yaah. Namanya juga waktu SMA, pendapat anak SMA ga sepenuhnya bener, kalo gua ngerasain yang nama proses menjadi dewasa malahan di usia yang belum genap 20 taun.

Yak, peristiwa2 yang gua tulis diatas sedikit-banyak udah mengubah orientasi hidup gua, yang tadinya cm mengejar dunia belaka, sedikit demi sedikit, akhirat mulai gua pikirin.

(gua merasa sudah berumur 40 tahun waktu nulis ini) hahaha….

Orientasi hidup berubah menjadi “bagaimana saya bisa berkumpul lagi sama Ibu di surga Allah.” Juga “bagaimana saya menunjukkan bakti saya kepada Bapak dan Eyang saya yang masih hidup?”

Gak ada lagi yang namanya berantem sama bokap dan adri, (menyesal…kenapa gua ga bisa ngasih liat kerukunan antara kami sewaktu ibu masih ada)

Puji syukur kehadirat Allah, yang masih ngasih kesempatan gua bersama bokap, eyang dan adri.

Terimakasih 2008, sebuah tahun yang amat sangat berwarna buat gua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s