separuh jiwa yang hilang.

disaat aku menginjak usia 5 tahun, aku sudah menyadari bahwa kehidupanku dengan Bapak, Ibu, dan Adik tidaklah abadi

pada usia itu pula aku sudah membayangkan bahwa cepat atau lambat aku akan berpisah dengan orang-orang yang aku kasihi.

dan akhir november 2008, hari itu datang

suatu hari yang paling aku takutkan sejak kecil selain hari kematianku sendiri,

Ibu pergi di depan mataku, dalam genggaman tanganku, dalam iringan doaku,

dan hari ini 29 desember 2008

sebulan lebih setelah kepergian Ibu menghadap Sang Khalik, aku terus membenahi hati yang seringkali terasa kosong.

disaat larut dalam lamunan, terngiang wajah Ibu,

wajah Ibu yang teduh disaat amarah melanda jiwaku,

wajah Ibu yang menenangkan dikala aku gelisah,

Ibu sudah menjadi bagian dari jiwaku,

19 tahun aku diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan kasih sayang Ibu,

kasih sayang yang tiada batas, yang ada untuk diriku tanpa syarat,

kasih sayang yang semakin aku sadari betapa besarnya saat ini, saat aku telah kehilangan Ibu.

semenjak Ibu pergi, aku merasa ada yang hilang dari diriku,

tapi harus aku cari kemana?

Ibu, bagaimanapun aku adalah anak Ibu, anak Retno Naftari yang dikenal kuat, bersemangat, ramah, ikhlas

setahap demi setahap, aku mencoba meneladani sikap ibu yang selalu ikhlas menerima keadaan apapun

orientasi hidupku saat ini adalah Ridho Allah, agar aku dapat bertemu Ibu lagi.

2 pemikiran pada “separuh jiwa yang hilang.

  1. Aaa ditoooo..ceritanya bikin sedih banget..
    Lo harus kuat ya to🙂
    Gw kadang suka menyesal
    Dsaat orang2 yang dekat kita masih ada
    Kita tidak benar2 menyayangi mreka
    Ataupun menjaga mreka
    Gw mngkin tidak akan pernah tahu prasaan lo saat mrasakkan kehilangan ibi to,sampe gw merasakkan itu sndiri..
    Skarangpun,dimana gw hanya dtinggal pacar gw merasa hidup gw udah hancur bgt
    Makanya gw salut sama lo, lo masih bisa tetap tegar di depan smuanya
    Meski dibalik itu menangis
    Meski air mata itu habis
    Tp lo masih bisa tetep tegar dan move on dalam menghadapinya..
    Hehehe
    Tetep smangat ya to, mski fisik nyokap ga ad skrng, tp pasti beliau tetap mengawasi lo dari atas sana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s