what my family said

1. Urip Iku Urup

Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik

2. Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dhur angkoro

Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak.

3. Suro Diro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti.

segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar

4. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho

Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan;  kaya tanpa harta

Konsekuensi

Di tahun 2008 gua berhasil masuk di Fakultas yang udah gua pengin dari kecil, Alhamdulillah, Allah mendengar keinginan gua. Itu adalah kebahagiaan terbesar gua tahun 2008.

Tapi sodara-sodara semua tau apa yang terjadi beberapa bulan kemudian, Ibunda saya wafat di depan mata saya, di dalam genggaman tangan saya, dan diiringi lantunan do’a saya. Gua pasrah, Allah sudah menentukan yang terbaik.

Yah, itulah yang gua sebut konsekuensi, kebahagiaan besar yang konsekuensinya adalah kehilangan yang besar pula.

Tahun 2008 inilah gua dituntut untuk merasakan dua hal tersebut dalam waktu yang berdekatan.

My Life according to QUEEN

RULE:
Using only song names from ONE ARTIST, cleverly answer these
questions. Pass it on to 15 people (or more) you like and include me (presuming
I’m someone you like). You can’t use the band I used. Try not to repeat
a song title. It’s a lot harder than you think! Re-post as “my life
according to (band name)

 

 

Your Artist/Band:
Queen

Are you a male or female:
The Invisible Man

Describe yourself:
The Great Pretender

How do you feel:
I’m In Love With My Car

Describe where you currently live:
Is This the World We Created…?

If you could go anywhere, where would you go?
Arboria (Planet of Tree Men)

Your favorite form of transportation?
Bicycle

Your best friend?
You’re My Best Friend

You and your best friends:
You Don’t Fool Me

What’s the weather like:
Rain Must Fall

Favorite time of day:
The Night Comes Down

If your life was a TV show, what would it be called:
The Millionaire Waltz

What is life to you:
I Want It All

Your relationship:
Somebody to Love

What is the best advice you have to give:
Too Much Love Will Kill You

Thought for the Day:
It’s a Beautiful Day

How you would like to die?
Only The Good Die Young

Your soul’s present condition:
Don’t Stop Me Now

Your Motto:
The Show Must Go On

gue mau…

gue mau jadi orang yang lumayan berarti buat bangsa ini.

aneh yak, tapi yaudahlah, cita-cita kan gratis ini.

gue mau hidup mapan (itu kewajiban sih, kalo enggak anak-bini mau dikasih makan apa)

mapan yang gue mau bukan sekedar mapan, gue mau mapan yang keren lah sehingga anak-anak gue nanti semua keinginannya bisa terpenuhi.

gue mau anak-anak gue ga perlu sedih karena ada keinginannya yang gak kesampaian

gue mau anak-anak gue nanti tinggal tunjuk pake jari semua hal yang dia mau

gue mau anak-anak gue nanti ga perlu minder kalau mau bergaul

ah udah lah, jadi ngemengin anak.

eh tapi ngomong-ngomong anak, kemaren seorang kawan nanya ke gue via bbm

“lo kira-kira mau nikah usia berapa?

karena pertanyaan itu malesin gue cuma jawab

yaelah

karena gue udah bosen ditanyain gitu mulu sama keluarga. Selain itu gue juga punya jawaban sendiri untuk hal tersebut.

kalo gue mau nikah, patokan gue bukan umur tapi apakah saat itu gue udah punya rumah apa belom” kira-kira itulah jawaban gue.

eh tapi yang jelas, untuk jangka waktu yang dekat ini gue mau beberapa hal

gue mau beli sepatu, karena selama ini gue ngandalin sepatu punya Bokap

gue mau bersihin interior mobil

gue mau beli kemeja untuk ngantor

gue mau lulus ujian advokat. 

sampai sekarang gue nyesel

Gue sebagaimana manusia tempatnya emang salah. Salah itu lumrah kalau kata orang-orang. Salah itu bikin kita makin dewasa dengan sendirinya. Salah itu amat sangat diusahakan agar tidak terulang.

Tentang “salah” ini, gue punya satu pengalaman paling salah dalam hidup. Pengalaman salah ini sampai detik ini selalu muncul dipikiran gue dan bikin gue bengong mikirin alasannya.

2010, di tahun inilah kesalahan itu terjadi. Di tahun ini, tahun ke-2 gue sebagai mahasiswa harusnya jadi tahun yang bahagia. Bahagia sih ada, tapi belakangan gue lebih ngerasa penyesalannya ketimbang bahagianya gue di waktu itu.

Hal ini bermula dari amanat yang fakultas gue berikan kepada gue untuk mengadakan ospek fakultas. Semua berjalan lancar, sampai suatu saat gue merasa keblinger dengan amanat yang gue emban itu.

Keblinger-an ini gejalanya adalah gue jadi mudah marah, gue jadi sering memaksakan kehendak gue ke orang lain, gue jadi tidak santai ketika ada perbedaan pendapat, gue jadi lebih kasar, dan lain sebagainya. Gak cuma itu, keblinger-an gue juga berdampak pada sifat mudah curiga. Beberapa kawan baik gue yang membantu gue dalam kepanitiaan jadi sasaran kecurigaan gue. Kecurigaan itu berupa tidak maksimalnya mereka dalam mengemban tugas dan pada akhirnya kecurigaan itu tidak terbukti.

Keblinger-an gue itu adalah kesalahan. Sampai detik ini gue masih bertanya-tanya pada diri sendiri, “kenapa ya kok gue bisa sebegitu buruknya?“. Rasa malu, rasa menyesal, rasa sedih bercampur jadi satu ketika gue mengingat-ingat masa-masa di tahun 2010 itu.

Pada akhirnya, teman menjadi penyelamat. Gue nelpon temen gue (yang gue rasa bisa kasih nasihat) satu persatu. Gue tanya, “apa gue jadi lebih songong? lebih sombong?”. Mereka mengiyakan. Gue pun meminta maaf dan bertanya pada mereka tentang apa yang seharusnya gue lakukan.

Saat ini, gue berusaha lebih menghargai teman. Menanyakan kabar mereka satu persatu. Mengetik (iya, mengetik, bukan retweet) ucapan ulang tahun kepada mereka satu persatu. Mentraktir mereka dan hal-hal lain yang menunjukkan betapa bersyukurnya gue punya mereka.

Apa yang bisa ditarik dari pengalaman buruk gue ini adalah bahwa ketika lo diatas, usahakan jangan pernah merasa diatas. Sejajarkan diri elo dengan orang lain. Ingatkan diri elo akan masa-masa susah.